GADISKU

“lihat lihat! dia kembali lagi.

Benarkah? Dia datang lagi?

Iya benar, karena dia selalu ke sini setiap hari minggu selama tiga tahun terakhir. “

Aku mendengar percakapan dua pelayan kafé yang tampaknya mulai bosan dengan gadis itu. Tidak seperti diriku, aku justru senang dengan setiap kehadirannya. Tanpa adanya alasan yang special, hanya senang saja. Aku juga tak tau mengapa bisa begitu.

Dia, gadis itu, Continue reading

Advertisements

A Piece of Regret

a4c55f77431da8b5090b97ec2e6f2912

Hidup untuk mewujudkan mimpi atau mewujudkan mimpi untuk hidup? Jika kau masih bisa membedakan dua hal tersebut, maka otakmu masih normal, masih waras. Dan yang jelas kamu tidak putus asa seperti aku. Tapi siapa peduli, toh hidup hidupku. Bagiku mimpi untuk hidup atau hidup untuk mimpi tidak penting lagi, yang jelas aku hanya ingin lepas dan bebas dari semua ini.

Halah . . . aku yakin sikap mereka semua palsu. Mereka bersikap manis dan seakan mendukungku, padahal aku tau, diam-diam mereka mengejek dan menertawakanku. Aku muak dengan keadaan ini, aku muak harus bersikap seakan aku baik-baik saja karena pada kenyataanya, aku tidak baik-baik saja dan bahkan putus asa.

***

Brakkk . . . . Nur membanting Continue reading